0 0
Read Time:3 Minute, 21 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Perang Picu Kenaikan Harga-harga, Suku Bunga BI Rate Masih Bisa Turun? | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah membuat harga-harga energi seperti bahan bakar minyak bergejolak, dan kerap menembus kisaran US$ 100 per barel. Sejumlah lembaga internasional pun memperkirakan, kenaikan harga BBM sebagai sumber utama mobilitas transportasi dapat memicu efek rambatan yang mendorong harga-harga barang ikut terkerek. Meski begitu, di Indonesia, tekanan harga itu menurut Investment Director Sucor Asset Management, Dimas Yusuf tak akan membuat tekanan inflasimemburuk hingga membuat Bank Indonesia (BI) harus menutup ruang penurunan suku bunga BI Rate.

Terutama karena inflasi masih terus terkendali, meskipun pada dua bulan pertama 2026 ada kenaikan, yang lebih disebabkan low base factor akibat diskon tarif dasar listrik. Januari 2026, inflasi tahunan tercatat sebesar 3,55%, dan pada Februari 2026 sebesar 4,76%. “Jadi kalau kita keluarkan impact yang bisa dikatakan one off tadi mungkin memang tren kenaikan inflasi kita melihat ya, walaupun sebenarnya dibandingkan dengan kenaikan bisa dikatakan trade off,” kata Dimas dalam program Power Lunch PT Equityworld Futures, Senin (30/03/2026). ia mengingatkan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pelaku pasar keuangan telah menangkap sinyal yang lebih jelas bahwa angka inflasi akan dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. “Kita tahu saat ini pemerintah punya arahan yang berbeda dibandingkan dengan pemerintah sebelumnya. Mungkin lebih permissive terhadap level inflasi yang sedikit lebih tinggi, tapi secara trade off kita berharap bisa melihat pertumbuhan ekonomi yang kita sudah lihat datanya lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya,” ujarnya. ia memperkirakan, bagi bank sentral risiko kenaikan harga-harga akibat gejolak harga komoditas energi di tengah perang tidak akan membuat tren penurunan suku bunga acuan dihentikan pada tahun ini. Apalagi, bank sentral AS, yakni The Federal Reserve atau The Fed juga memiliki tekanan untuk tetap mempertahankan tren penurunan suku bunga acuan, karena angka pengangguran di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump terus menanjak. “Mungkin ini yang menjadi salah satu perhatian dari The Fed dan memberikan tekanan lebih kepada mereka untuk tetap menurunkan suku bunga acuan walaupun dengan ruang yang jauh lebih terbatas dibandingkan dengan sebelumnya. Kalau Indonesia menurut saya sebenarnya dengan level invasi yang ada sekarang masih di dalam range yang dapat ditolelir,” tegas Dimas.

Kendati begitu, BI sebelumnya juga telah mewanti-wanti potensi kenaikan harga-harga barang atau inflasi imbas konflik di Timur Tengah hingga masuknya periode kemarau panjang di Indonesia. Deputi Gubernur BI Aida S.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *