Equityworld Futures Medan – Optimis Pasar Modal Tumbuh, Pengamat Sambut Positif Langkah OJK | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee menilai agenda penguatan transparansi pasar modal Indonesia yang tengah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah sangat tepat. Bahkan ia menyambut baik langkah pengajuan proposal kepada Global Index Providers, termasuk MSCI yang dilakukan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Salah satunya terkait penyediaan data kepemilikan saham perusahaan terbuka di atas 1% kepada publik dan free float saham. “High Shareholding Concentration (HSC) ini yang diminta oleh MSCI, sehingga membantu mereka dalam memutuskan saham apa yang masuk ke indeks MSCI. pengelompokan investor ke-39 akan membantu proses analisa yang lebih detail dan membantu MSIC dan juga investor lokal serta asing dalam melakukan analisa,” jelas Hans kepada PT Equityworld Futures, Kamis (2/4/2026).
Khusus untuk free float, menurutnya bisa menjadi awal dari kenaikan bobot Indonesia di indeks global baik di MSCI maupun FTSE. Hans memperkirakan dampak reformasi ini akan terasa setidaknya pada Mei mendatang, saat MSCI dan FTSE menerima proposal Indonesia. “Saat ini pasar modal di pengaruhi oleh konflik AS-Israel dan Iran jadi pengaruhnya belum terlihat.
Di Mei, ketika MSCI dan FTSE menerima proposal kita dan potensi sangat besar kita gak akan turun ke FM. Pasar akan merespon positif. Pasca reformasi ini peluang bobot Indonesia naik di MSCI dan FTSE sangat besar,” tegas Hans.
Bagaimana cara kerjanya?
Untuk diketahui, OJK, BEI, dan KSEI baru saja melakukan Sosialisasi Capaian Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzimenyebutkan bahwa keempat agenda dimaksud merupakan bagian dari 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia yang telah dicanangkan oleh OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) pada tanggal 1 Februari 2026. 1. Penyediaan data kepemilikan saham Perusahaan Tercatat di atas 1 persen kepada publik; 2.
Implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC); 3. Penguatan granularity klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham KSEI, menjadi total 39 klasifikasi dan tipe investor; dan 4. Kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen melalui penyesuaian Peraturan BEI Nomor I-A. terdapat penguatan transparansi dalam bentuk pengaturan mengenai adanya ketersediaan data Pemilik Manfaat dari pemegang saham Perusahaan Tercatat dengan kepemilikan 10 persen atau lebih. “Dengan demikian, empat proposal yang diajukan oleh pihak Indonesia kepada Global Index Providers sudah diselesaikan dan tuntaskan sesuai target yang dicanangkan. kami akan melanjutkan komunikasi dan engagement yang konstruktif dengan Global Index Providers, serta menghimpun feedback dari kalangan investor,” jelas Hasan.
Lebih lanjut, Hasan menyatakan bahwa kebijakan yang ditempuh OJK bersama SRO dalam penyelesaian keempat proposal tersebut selaras dengan standar/praktik di berbagai yurisdiksi global.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → RI Raih Komitmen Investasi Jepang Hampir Rp400 T, Mayoritas ke Masela | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Pemerintah Kaji Strategi Kurangi Pemakaian Dolar Buat Haji dan Umroh
- → Melirik Arah Pasar Modal RI di 2026, Bakal Cerah? | Equityworld EWF Medan
