Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Asia Gak Kompak Lawan Dolar AS: Bath dan Rupee Lebih Buruk dari Rupiah! | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Pergerakan mata uang negara-negara Asia cukup beragam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Rabu (1/4/2026). Di saat dolar AS yang melemah setelah dorongan safe haven mulai mereda di tengah sinyal terbaru soal kemungkinan meredanya perang AS-Iran. Merujuk data Refinitiv, per pukul 10.15 WIB, dari 11 mata uang Asia, lima mata uang diantaranya tengah mengalami penguatan sementara enam mata uang lainnya justru melemah terhadap greenback. Penguatan paling besar dipimpin peso Filipina yang naik 0,43% ke level PHP 60,28/US$.
Ringgit Malaysia menyusul menguat 0,40% ke MYR 4,03/US$, sementara yuan China naik 0,23% ke CNY 6,88/US$. Penguatan juga terlihat pada dolar Taiwan yang menguat 0,18% ke TWD 31,88/US$, serta dolar Singapura yang naik 0,06% ke SGD 1,28/US$.
Yen Jepang turut berada di zona hijau dengan penguatan tipis 0,05% ke JPY 158,63/US$. Baht Thailand menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,40% ke THB 32,69/US$, disusul rupee India dan dong Vietnam yang sama-sama turun 0,18%, masing-masing ke INR 93,62/US$ dan VND 26.370/US$.
Kenapa ini penting?
Won Korea Selatan melemah 0,16% ke KRW 1.508,6/US$. Di sisi lain, rupiah masih tertekan setelah melemah 0,15% ke level Rp17.015/US$. Dengan posisi tersebut, mata uang Garuda resmi menembus level psikologis Rp17.000/US$, yang sekaligus menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa secara intraday di pasar spot. // Arah pergerakan ini sejalan dengan melemahnya indeks dolar AS (DXY).
Pada saat yang sama, DXY tercatat turun 0,17% ke level 99,793, menandakan dorongan penguatan dolar AS mulai mereda setelah sebelumnya diburu sebagai aset aman sejak konflik pecah pada akhir Februari. Dolar AS sempat mendapat dukungan safe haven karena perang AS dan Israel melawan Iran memicu lonjakan harga energi.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Video: Selat Hormuz Panas, Emiten Prajogo (TPIA) Umumkan Force Majeure | Equityworld EWF Medan
- → Transparansi Kepemilikan Saham, Perkuat Kredibilitas Pasar Modal RI | Equityworld EWF Medan
- → Dihantam MSCI dan Perang, Nasib IHSG dari Cetak Rekor Tertinggi Sampai Kini Amblas | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
