Equityworld Futures Medan – Update pasar: Bursa Saham China Paling Kokoh di Tengah Perang, IHSG Jangan Ditanya | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada Maret 2026 telah memicu kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasok energi global. Kondisi ini berdampak langsung pada pelemahan mayoritas bursa saham utama di kawasan Asia. Di tengah tekanan aksi jual tersebut, pasar saham China mencatatkan performa yang lebih stabil dibandingkan dengan negara-negara di kawasan yang sama.
Perbedaan tingkat ketahanan antarnegara ini tidak hanya dipengaruhi oleh struktur ketergantungan energi dan valuasi historis, tetapi juga ditopang oleh solidnya kondisi makroekonomi dan stabilitas politik Tiongkok saat ini. Data perdagangan pasar selama periode 2 Maret hingga 31 Maret 2026 mencatat bahwa tekanan terberat dialami oleh negara-negara dengan ketergantungan impor energi yang tinggi serta kerentanan terhadap arus modal asing. Indeks KOSPI Korea Selatan mencatatkan penurunan paling tajam hingga mencapai 18,30%. Pelemahan ini diikuti oleh IHSG Indonesia yang terkoreksi sebesar 11,52%, Indeks Nikkei 225 Jepang dengan penurunan 10,63%, serta Indeks Nifty 50 India yang melemah 10,19%.
Bagaimana cara kerjanya?
Sebaliknya, bursa Tiongkok terbukti lebih moderat dalam menghadapi guncangan tersebut. Indeks acuan CSI 300 dan Shanghai Composite masing-masing hanya mengalami penurunan sebesar 5,56% dan 6,56%.
Angka ini menegaskan bahwa tingkat koreksi di Tiongkok jauh lebih terbatas dibandingkan rekan regionalnya yang mencetak kejatuhan dua digit. // Ketahanan pasar modal Tiongkok saat ini sangat didukung oleh iklim politik domestik yang stabil serta posisi geopolitik yang berorientasi pada ketahanan rantai pasok. Pasca-pertemuan tahunan Kongres Rakyat Nasional (NPC) pada awal Maret, pemerintah Tiongkok mengonsolidasikan arah kebijakan ekonomi yang fokus pada kemandirian nasional dan stabilitas industri. Di ranah geopolitik, Tiongkok secara aktif memperkuat kerja sama strategis dan perdagangan dengan negara-negara berkembang serta mempertahankan kemitraan energi jangka panjang dengan mitra non-konflik.
Diplomasi ekonomi ini memberikan perlindungan tambahan bagi rantai pasok Tiongkok, memastikan kelancaran distribusi bahan baku dan energi meskipun jalur lalu lintas laut internasional sedang terganggu oleh eskalasi konflik di wilayah Iran. Dari sisi makroekonomi, Tiongkok menunjukkan indikator pemulihan fundamental yang solid. PMI manufaktur resmi Tiongkok untuk bulan Maret 2026 tercatat berekspansi ke level 50,4, mengakhiri rentetan kontraksi pada bulan-bulan sebelumnya dan mencatatkan laju pertumbuhan tercepat dalam satu tahun terakhir.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Equityworld EWF Medan | BI Rate Ditahan 4,75% pada Februari 2026, Ini Alasannya!
- → Indeks Dolar Tembus 100, Rupiah Ditutup Loyo di Level Rp 16.958 | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Emiten-Emiten Ini Dipegang Dua Menteri Prabowo | Equityworld EWF Medan
