Equityworld Futures Medan – Bank dan Komoditas Kena Hantam, Asing Net Sell Rp686 Miliar | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, CNBC Indonesia — Aksi jual bersih (net sell) investor asing masih berlanjut di pasar saham domestik pada perdagangan Senin (30/3/2026). Berdasarkan data transaksi, asing mencatatkan net sell sebesar Rp686,1 miliar di seluruh pasar.
Tekanan jual asing terlihat signifikan pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya sektor perbankan pelat merah (BUMN) dan sejumlah saham berbasis komoditas. Arus keluar dana asing yang masih konsisten menandakan sentimen global cenderung wait and see terhadap pasar domestik. Tekanan di saham-saham unggulan, terutama perbankan BUMN, berpotensi menjadi penahan laju indeks dalam jangka pendek.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Mandiri (BMRI) masuk jajaran teratas net sell. Lalu ada pula saham komoditas seperti Darma Henwa (DEWA), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan Energi Mega Persada (ENRG). Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar kemarin: Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikis koreksi pada akhir perdagangan. Setelah sempat ambruk nyaris 2% pada awal perdagangan, IHSG menutup sesi 2 dengan penurunan 0,05% atau -3,25 poin ke level 7.093,81.
Apa manfaatnya?
Sebanyak 467 saham turun, 258 naik, dan 233 tidak bergerak. Nilai transaksi hanya Rp 9,89 triliun, melibatkan 15,89 miliar saham dalam 1,19 juta kali transaksi Mengutip Refinitiv, Bank Central Asia (BBCA) yang membuat IHSG gagal parkir di zona hijau. Sejak awal hingga akhir perdagangan, saham BBCA membebani IHSG dengan bobot lebih dari 20 poin. Sementara itu, sejumlah saham konglomerat mencoba mengangkat IHSG.
Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang naik 6,62% menyumbang 16,28 indeks poin. emiten milik Toto Sugiri berkontribusi 9,42 indeks poin dan emiten milik Bakrie, Bumi Resources Minerals (BRMS) berkontribusi 7,47 poin. Kinerja IHSG hari ini bisa dibilang cukup baik bila dibandingkan dengan bursa di kawasan Asia.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Breaking! Harga Minyak Kembali Tembus US$ 100 | Equityworld EWF Medan
- → OJK Geledah Kantor Mirae Asset Sekuritas terkait Manipulasi IPO | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
