0 0
Read Time:2 Minute, 29 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Pengendali Alam Sutera (ASRI) Jual Saham, Porsi Kepemilikan Berkurang | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures — PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) mengumumkan, PT Manunggal Prime Development yang merupakan pengendali ASRI melepas kepemilikan sahamnya di emiten pengembang properti tersebut sebesar 76.480.000 lembar saham. Mengutip data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), transaksi penjualan saham tersebut dilakukan melalui PT Ciptadana Sekuritas Asia, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Indopremier Sekuritas. Transaksi penjualan saham tersebut membuat jumlah kepemilikan PT Manunggal Prime Development dari sebelumnya sebanyak 4.596.343.564 lembar saham per 17 Maret 2026 menjadi 4.519.863.564 lembar per 25 Maret 2026. Porsi kepemilikan saham PT Manunggal Prime Development secara otomatis juga berkurang menjadi 23% dari sebelumnya sebesar 23,39%.

Sebagai informasi, PT Manunggal Prime Development dimiliki oleh keluarga Ning King. Pada tahun 1994 Argo Manunggal Grup memperoleh hak pengembangan untuk area luas di Serpong dan mendirikan Alam Sutera. Perusahaan tersebut merupakan pengembang properti terpadu di Indonesia yang mengelola kawasan hunian, kawasan komersial, kawasan industri, pusat perbelanjaan, pusat rekreasi, dan perhotelan. Adapun dalam tiga hari terakhir sejak libur panjang Lebaran, saham ASRI berada di zona hijau.

Pada periode 25-27 Maret, hingga pukul 10.10 WIB, saham ASRI tercatat naik 5,6% ke level 132. Tapi dalam sebulan terakhir saham ASRI mengalami koreksi 20%. 

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *