Equityworld Futures Medan – Update pasar: IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,89% ke level 7.164,09 pada perdagangan Kamis (26/03). Pelemahan indeks terjadi di tengah pergerakan beragam saham, di mana penguatan signifikan dicatat oleh MEGA (+9,64%), GIAA (+15,07%), dan JPFA (+8,26%). Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari saham-saham berkapitalisasi besar seperti ASII (-5,30%), TLKM (-3,94%), dan BMRI (-2,62%). Aksi jual oleh investor asing turut membayangi pasar dengan catatan net sell sebesar Rp1,93 miliar di pasar reguler serta Rp20,71 triliun di seluruh pasar.
Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona merah, dengan 10 dari 11 sektor terkoreksi. Sektor transportasi menjadi satu-satunya yang menguat sebesar 2,96%, sementara sektor energi mencatat pelemahan terdalam sebesar 2,91%. Sentimen eksternal juga memberikan tekanan, seiring pelemahan bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones turun 1,01% ke 45.960, diikuti S&P 500 yang melemah 1,74% ke 6.477, serta Nasdaq yang terkoreksi 2,38% ke level 21.408.
Bagaimana cara kerjanya?
Kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran memicu kenaikan harga minyak mentah Brent dan WTI, yang turut berdampak pada pelemahan indeks ETF EIDO (-2,38%) dan MSCI Indonesia (-2,30%). Dari sisi kinerja emiten, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 389,20% menjadi Rp8,88 triliun pada 2025, dibandingkan Rp1,81 triliun pada tahun sebelumnya.
Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 56,29% menjadi Rp19,12 triliun. Tapi demikian, beban pokok pendapatan juga meningkat 72,16% menjadi Rp14,06 triliun. Kenaikan laba EMTK turut dipengaruhi oleh faktor non-berulang, antara lain keuntungan dari akuisisi entitas anak sebesar Rp3,12 triliun serta peningkatan laba investasi menjadi Rp3,89 triliun, seiring pelepasan sebagian kepemilikan saham di Grab Holdings Limited senilai Rp3,41 triliun atau sekitar 41,66 juta saham.
Dengan demikian, lonjakan laba pada tahun buku 2025 dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja operasional berkelanjutan. Sementara itu, Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) berencana melakukan penambahan modal melalui penerbitan 8,28 miliar saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Lebih Mahal dari Emas, Ini 10 Benang Termahal di Dunia | Equityworld EWF Medan
- → Sepekan Naik 32,48%, Ada Kabar Terbaru dari Saham BIPI | Equityworld EWF Medan
- → The Fed Kembali Tahan Suku Bunga, Diprediksi 1 Kali Pangkas di 2026 | Equityworld EWF Medan
