Equityworld Futures Medan – Menyoroti Minyak Ambles 5%, Harapan Damai Timur Tengah Tekan Harga | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, CNBC Indonesia — Harga minyak dunia kembali tertekan pada perdagangan Rabu pagi (25/3/2026), dengan penurunan mendekati 5% seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah. Mengacu data Refinitiv per pukul 10.25 WIB, harga minyak Brent berada di US$99,11 per barel, turun dari posisi US$104,49 pada penutupan sebelumnya. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat di US$88,48 per barel, melemah dari US$92,35.
Koreksi ini menandai pembalikan arah setelah lonjakan tajam yang sempat terjadi di awal pekan. Jika ditarik lebih jauh, pergerakan harga dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volatilitas tinggi. Brent sempat menyentuh US$112,19 pada 20 Maret, sebelum perlahan turun ke kisaran US$90-an. WTI juga bergerak serupa, dari US$98,32 menjadi di bawah US$90 dalam waktu singkat. // Melansir dari Reuters, penurunan ini dipicu meningkatnya ekspektasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah AS dilaporkan telah mengirimkan proposal perdamaian berisi 15 poin untuk mengakhiri konflik yang selama ini mengganggu distribusi energi global.
Bagaimana cara kerjanya?
Analis Nissan Securities Investment Hiroyuki Kikukawa menyebut pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah harga sempat melonjak. Ekspektasi meredanya konflik mendorong pelaku pasar untuk mengurangi posisi, meski arah negosiasi masih belum pasti. Selama konflik berlangsung, distribusi minyak dan gas global terganggu, terutama di Selat Hormuz jalur vital yang menampung sekitar seperlima pasokan energi dunia. Gangguan ini bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar oleh Badan Energi Internasional (IEA). Di tengah situasi tersebut, Arab Saudi meningkatkan ekspor melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah hingga mendekati 4 juta barel per hari.
Langkah ini menjadi penyangga sementara untuk menjaga aliran pasokan global di luar jalur Hormuz.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Tanpa Ribet, Kirim THR Praktis dengan QRIS Transfer dan Transfer Emas di BRImo | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Langit Teheran Menghitam, Serangan Kilang Minyak Memicu Awan Racun | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Breaking! Harga Emas Ambruk: Jatuh 3% dalam 24 Jam, Balik ke US$4.900
