Equityworld Futures Medan – Menyoroti Trump Ancam Bikin Iran ‘Gelap’ dalam 48 Jam, Bursa Asia Ambruk | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Pasar saham Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan awal pekan, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran. Melansir CNBC Internasional, pelaku pasar mencermati eskalasi konflik yang memasuki pekan keempat, setelah kedua negara saling melontarkan ancaman untuk meningkatkan aksi militer. Presiden Donald Trump menyatakan akan “menghancurkan” pembangkit listrik dan membuat Iran terancam gelap gulita jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dalam waktu 48 jam pada Sabtu (21/3/2026) lalu. Seperti yang diketahui, Selat Hormuz merupakan arteri penting bagi distribusi energi global. Iran pun merespons keras ultimatum tersebut.
Pemerintahnya mengancam akan menargetkan infrastruktur energi dan fasilitas desalinasi di kawasan Teluk jika AS benar-benar melancarkan serangan. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa serangan terhadap pembangkit listrik negaranya akan langsung dibalas dengan serangan ke infrastruktur energi dan minyak di seluruh kawasan. “Infrastruktur penting serta infrastruktur energi dan minyak di seluruh wilayah akan dianggap sebagai target yang sah dan akan dihancurkan secara permanen, dan harga minyak akan naik dalam jangka waktu yang lama,” ujar Ghalibaf dalam sosial media X dikutip Senin (23/3/2026). Tak sampai disitu, pada Minggu (22/3/2026) Ghalibaf memperluas ancaman tersebut kepada para pemegang obligasi pemerintah AS, memperingatkan bahwa entitas keuangan yang membeli obligasi pemerintah Amerika dan “membiayai anggaran militer AS” akan dianggap sebagai target yang sah, bersama dengan pangkalan militer. Harga minyak mentah sebagian besar stabil pada jam perdagangan awal Senin.
Minyak mentah Brent turun 0,25% menjadi US$111,97 per barel pada pukul 19.16 EST. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 0,6% menjadi US$97,64 per barel. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun lebih dari 1,8% pada perdagangan awal Asia.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Video: Rupiah dan IHSG Terkoreksi Dalam, Alarm Pasar Modal RI Menyala? | Equityworld EWF Medan
- → Kopontren Diperkuat Jadi Motor Ekonomi Umat, Layanan Digital Jadi Kunci | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Danantara-INA Teken Perjanjian Investasi Rp3,37 T dengan Chandra Asri | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
