Equityworld Futures Medan β Nih! 7 Jurus BI Amankan Rupiah dari Hantaman Dolar AS | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Bank Indonesia (BI) tengah fokus menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak pasar keuangan yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran sejak akhir Februari 2026. Hal ini sebagaimana dikatakan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menggelar konferensi pers hasil rapat dewan gubernur Maret 2026.
Saat itu, ia menekankan, fokus ini yang membuat hasil RDG BI bulan kali ini tak lagi menyinggung soal ruang penurunan suku bunga BI Rate untuk menjaga stabilitas kurs. “Karena dampak perang di Timur Tengah ini membuat kami kenapa dalam pernyataan (hasil RDG) saat ini tak lagi menyampaikan kemungkinan penurunan suku bunga,” kata Perry. Perry mengatakan, dengan ditahannya suku bunga acuan di level 4,75% maka BI memiliki ruang yang cukup untuk melakukan intervensi ketika gejolak nilai tukar rupiah terjadi sebagaimana kondisi sepanjang bulan ini. Suku bunga acuan yang ditahan itu dapat menjaga imbal hasil yang menarik untuk investasi portofolio di dalam negeri bagi para investor global. Aliran modal asing yang masuk akan memperkuat cadangan devisa yang bisa digunakan untuk intervensi di pasar keuangan. “Karena memang kemungkinan kami akan tetap mempertahankan BI Rate selama ini untuk memperkuat intervensi dan juga kecukupan cadangan devisa dan menekannya ke depan sesuai dinamika yang ada ke depan,” ungkap Perry.
Bagaimana cara kerjanya?
Selain menerapkan kebijakan suku bunga BI yang ditahan, serta intervensi nilai tukar dengan mendorong aliran investasi asing masuk ke instrumen investasi portofolio hingga ke cadangan devisa, Perry mengatakan, BI juga memiliki kebijakan tambahan untuk memperkuat nilai tukar rupiah ke depan. Setidaknya ada empat kebijakan tambahan untuk memperkuat stabilitas kurs, di samping tiga kebijakan itu, sehingga total ada tujuh kebijakan untuk meredam gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Empat kebijakan baru itu terkait dengan pengubahan batasan atau threshold transaksi valuta asing alias valas per April 2026. “Kebijakan transaksi valas yang akan mulai berlaku April 2026 guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah melalui penyesuaian threshold tunai beli valas terhadap rupiah,” tegas Perry. Perry mengatakan, untuk yang pertama, yakni terkait threshold beli tunai valas terhadap rupiah, akan diubah dari US$ 100 ribu per pelaku per bulan menjadi US$ 50 ribu per pelaku per bulan. Lalu, batasan atau threshold jual DNDF Forward juga dilakukan penyesuaian dengan peningkatan, yakni dari US$ 5 juta per transaksi menjadi US$ 10 juta per transaksi. juga dilakukan penyesuaian threshold beli dan jual swap dari Rp 5 juta menjadi Rp 10 juta per transaksi. Terakhir, ialah penguatan ketentuan pelaporan lalu lintas devisa atau LLD ini ialah dengan menyesuaikan threshold kewajiban dokumen pendukung transfer dana ke luar negeri dalam bentuk valuta asing atau valas, dari US$ 100 ribu menjadi US$ 50 ribu.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
π Baca Juga Artikel Terkait:
- β CNN Indonesia Gelar Forum Ekonomi Terbesar di Awal Tahun 2026 | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- β Emiten RI Ini Bisa Cuan di Tengah Perang dan Ancaman Krisis Energi Dunia | Equityworld EWF Medan
- β Reformasi Gila Ala China: Pangkas 300.000 BUMN, Laba Jadi Rp 9.000 T
