Equityworld Futures Medan – Menyoroti Terkuak, 4 Sosok Konglomerat RI Ini Kuasai Saham DCII | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dikuasai oleh 4 konglomerat yang menjadi pemegang saham utama emiten sektor teknologi tersebut. Mayoritas saham DCII digenggam oleh Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, Anthoni Salim, dan Han Arming Hanafia.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 28 Februari 2026, kepemilikan saham pengendali masih didominasi oleh para pemegang saham utama, yaitu Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia. Otto Toto Sugiri yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur DCII menggenggam kepemilikan saham sebanyak 712.784.905 saham atau setara 29,9% dari total saham perseroan.
Di posisi berikutnya terdapat Marina Budiman yang menjabat sebagai Komisaris menggenggam 536.505.149 saham atau sekitar 22,51% kepemilikan. Sementara itu, konglomerat sekaligus bos grup Salim, Anthoni Salim, memiliki 265.033.461 saham atau 11,12% dari total saham beredar. Sedangkan pengusaha Han Arming Hanafia tercatat menguasai 336.352.227 saham atau sekitar 14,11% saham perseroan.
Bagaimana cara kerjanya?
Total kepemilikan saham DCII dari 4 konglomerat tersebut sekitar 77,6% saham. Sementara itu, porsi saham yang beredar di publik atau free float tercatat sebesar 18,55% atau setara 442.168.200 saham.
Angka ini tidak mengalami perubahan. Dalam dokumen tersebut, perseroan juga mengungkapkan bahwa pihak yang tercatat sebagai pemilik manfaat (beneficial owner) antara lain, Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → IHSG Kamis Pagi Rebound, Ikuti Penguatan Bursa Asia dan Global | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Arab Saudi Pangkas Produksi Minyak di Tengah Gangguan Selat Hormuz | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Bagaimana Nasib Saham INDF-ACES-CLEO Setelah Terdepak dari MSCI?
