Equityworld Futures Medan – Belum Ada Kabar Baik: Minyak Membara Lagi, Inflasi AS Masih Bandel | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan kemarin Rabu (11/3/2026). Bursa saham turun, rupiah melemah, dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tidak mengalami pergerakan. Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan masih menghadapi tekanan yang cukup berat pada hari ini walaupun potensi rebound masih mungkin terjadi akibat kinerja yang kurang baik pada beberapa hari ini di pasar keuangan Indonesia. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 0,69% atau turun 51,51 poin ke level 7.389,40 pada akhir perdagangan sesi kemarin, Rabu (11/3/2026). Sebanyak 312 saham menguat, 139 saham stagnan dan 366 saham mengalami penurunan. Volume perdagangan saham mencapai 32,20 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,85 juta kali, senilai Rp15,72 triliun.
Mayoritas sektor tercatat melemah, dengan hanya kesehatan dan konsumer non primer yang menguat. Sedangkan sektor barang baku, infrastruktur dan industri tercatat tertekan paling dalam. // Bank Central Asia (BBCA) tercatat menjadi pemberat utama kinerja IHSG dengan sumbangsih -14,21 indeks poin. Emiten lain yang ikut menjadi beban IHSG kemarin termasuk PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA). Adapun pasar saham kemarin akan dipengaruhi sejumlah sentimen.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Video: BI Tetapkan Obligasi SMF Jadi Underlying Asset Transaksi Repo | Equityworld EWF Medan
- → Deret Saham Pendulang Cuan saat Konflik Timur Tengah-Outlook Fitch | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Video: Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 8,8 T, Ini Target CIMB Niaga di 202 | Equityworld EWF Medan
