Equityworld Futures Medan – Update pasar: Pantas China Santai Saat Minyak Meledak, Ternyata Simpan 3 Senjata Ini | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures- Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran meningkatkan risiko gangguan pada jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia. Tapi China adalah pengecualian. Lonjakan ketegangan tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia yang bahkan sempat menembus level psikologis US$100 per barel.
Kondisi ini menjadi ancaman bagi perekonomian negara-negara pengimpor energi. Tapi tidak seperti kebanyakan negara lain, sejumlah analis menilai China disebut berpotensi relatif lebih tahan menghadapi lonjakan harga minyak dibandingkan negara lain di Asia. // Berikut sejumlah faktor yang dinilai membuat ekonomi China lebih siap menghadapi potensi guncangan harga minyak global. Salah satu faktor utama yang membuat China lebih tahan terhadap gejolak harga minyak adalah besarnya cadangan minyak strategis yang dimiliki negara tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China secara agresif membangun Strategic Petroleum Reserve (SPR) sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan pasokan energi global.
Apa manfaatnya?
Cadangan ini berfungsi sebagai penyangga apabila terjadi lonjakan harga atau gangguan distribusi minyak dunia, sehingga China memiliki fleksibilitas untuk menahan tekanan pasokan dalam jangka pendek tanpa harus langsung meningkatkan impor di tengah harga yang tinggi. China telah mengumpulkan salah satu cadangan minyak mentah strategis dan komersial terbesar di dunia dan diperkirakan memiliki sekitar 1,2 miliar barel cadangan minyak mentah di daratan hingga Januari 2025. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 3 hingga 4 bulan cadangan, yang dapat menunda dampak ekonomi jika terjadi gangguan pasokan. “Selama 20 tahun terakhir, China telah berupaya mengurangi ketergantungannya terhadap jalur pengiriman minyak laut,” kata Rush Doshi, direktur China Strategy Initiative di Council on Foreign Relations, dikutip dari CNBC International. Ia menambahkan bahwa pembangunan pipa minyak darat baru serta diversifikasi menuju energi terbarukan membuat China kini hanya bergantung pada Selat Hormuz sekitar 40% hingga 50% dari impor minyak yang dikirim lewat laut.
Selat Hormuz sendiri menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab serta jalur pelayaran global. Jalur ini merupakan selat sempit dengan Iran di bagian utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di bagian selatan.
Sekitar 31% aliran minyak dunia yang dikirim lewat laut melewati Selat Hormuz tahun lalu, atau sekitar 13 juta barel per hari. Tapi demikian, pengiriman minyak melalui selat tersebut hanya menyumbang sekitar 6,6% dari total konsumsi energi China, menurut Ting Lu, kepala ekonom China di Nomura.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Harga Emas Tembus US$5000, Saham ANTM Cs Bisa Bikin Silau | Equityworld EWF Medan
- → OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Obral Jumbo! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Ambruk Rp 43.000
