Equityworld Futures Medan – Menyoroti Siaga 1, Harga Minyak Diprediksi Bakal ke US$128 per Barel | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Harga minyak dunia diperkirakan masih akan melanjutkan reli tajam di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Analis teknikal Reuters memperkirakan lonjakan harga bahkan dapat menembus kisaran US$120 hingga US$128 atau sekitar Rp2.16 juta per barel dalam waktu dekat. Melansir laporan analis Reuters Wang Tao, kontrak minyak Brent Crude Oil berpotensi melonjak ke kisaran US$120,22 hingga US$128,26 per barel.
Proyeksi tersebut muncul setelah harga Brent menembus area resistensi penting di US$105,43 hingga US$108,48 dan membentuk celah kenaikan (runaway gap) kedua pada perdagangan Senin. Zona resistensi tersebut terbentuk dari level proyeksi Fibonacci 38,2% dari gelombang C yang kuat sejak level US$58,81 serta retracement 61,8% dari tren penurunan yang dimulai dari US$139,19. Menurut Wang Tao, kondisi teknikal ini menunjukkan pasar telah memasuki fase bull run eksplosif yang sulit dibendung oleh level resistensi mana pun.
Jika momentum ini berlanjut, harga minyak bahkan berpotensi melesat menuju kisaran US$134,40 hingga US$139,19 per barel. Kenaikan tajam ini dipicu oleh eskalasi konflik setelah serangan terhadap Iran yang dilancarkan oleh Israel dan United States, yang dinilai dapat memicu krisis energi lebih besar dibandingkan tahun 2022. Secara teknikal, indikator juga menunjukkan potensi target agresif hingga US$181,29 per barel, yang merupakan proyeksi 100% dari gelombang C saat ini.
Kenapa ini penting?
Tapi dalam kondisi pasar yang sangat volatil, analis menilai cukup sulit mengidentifikasi level support jangka pendek yang kuat. Sementara itu, kontrak minyak mentah AS West Texas Intermediate juga diperkirakan akan melanjutkan penguatan menuju puncak tahun 2022 di US$130,50 per barel.
Proyeksi ini muncul setelah harga WTI melonjak jauh di atas resistensi penting US$101,71 yang merupakan retracement 61,8% dari tren penurunan sebelumnya.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Pertamina Pastikan Kapal Minyak di Selat Hormuz Aman di Tengah Eskalasi Konflik | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Bos BRI (BBRI) Beri Sinyal Besaran Dividen Tahun Ini Bakal Naik | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Allo Bank (BBHI) Cetak Laba Rp574 Miliar, Melonjak 23% di 2025
