Equityworld Futures Medan – Menyoroti Fenomena Aneh! Harga Emas Jatuh di Tengah Perang Iran, Ini 5 Pemicunya | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas masih belum berkilau di tengah permintaan yang masih kuat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akibat meningkatnya sikap risk aversion di pasar. Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 5136,91 per troy on satay ambruk 0,64% pada perdagangan Senin (9/3/2026).
Kenaikan ini berbanding terbalik dengan lonjakan 1,8% pada Jumat pekan lalu. Harga emas mulai membaik pada hari ini.
Bagaimana cara kerjanya?
Pada Selasa (10/3/2026) pukul 06.28 WIB, harga emas diperdagangankan di US$ 5145,67 per troy ons atau menguat 0,17%. //
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak membuat kekhawatiran pasar tetap tinggi, investor masih mencari aset aman pada dolar AS. Anehnya, emas cenderung ditinggalkan padahal selama ini dianggap sebagai aset aman. Logam mulia ini diperkirakan belum akan kembali menjadi favorit pasar dalam waktu dekat, meskipun data ekonomi Amerika Serikat yang akan datang berpotensi mengubah situasi. Amerika Serikat dijadwalkan merilis data inflasi pada hari Rabu dan Jumat, masing-masing berupa Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE). Data CPI kemungkinan akan lebih diperhatikan karena lebih mutakhir, sementara data PCE masih berasal dari Januari dan perilisannya sempat tertunda akibat penutupan sementara pemerintah AS baru-baru ini.
Data inflasi AS menjadi semakin penting menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) minggu depan. Bank sentral tersebut secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga di tengah ketidakpastian terkait harga energi. Tapi angka inflasi bisa memicu kekhawatiran baru jika ternyata inflasi sudah meningkat bahkan sebelum perang di Timur Tengah dimulai. Hampir 10 hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran, harga emas dan perak justru bergerak berlawanan dari yang biasanya terjadi saat krisis geopolitik besar.
Secara tradisional, emas dan perak dianggap sebagai aset safe haven yang biasanya melonjak tajam ketika terjadi perang atau ketegangan geopolitik.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Video: IHSG dan Rupiah Kompak Menguat, Saham Mana Yang Diburu Investor | Equityworld EWF Medan
- → Asia Bisa Duluan Terkena Krisis Energi, Kilang Minyak Berebut Pasokan | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Menguat Berpotensi Rebound serupa Wall Street saat Bursa Asia-Pasifik Anjlok | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
