Equityworld Futures Medan – Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Gak Ada di Daftar Kepemilikan Saham 1% | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) buka suara soal keterbukaan porsi kepemilikan Danantara pada sejumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan tidak muncul pada daftar kepemilikan 1%. Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, masuknya Danantara ke pasar modal tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui manajer investasi. “Kita aktif melalui third party fund managers. untuk tahun ini semua aktifitas kita melalui third party fund managers yang sudah dipilih melalui track record yg baik, service yg baik, dan memiliki institutional capacity yang baik (termasuk strong back office),” ujarnya kepada PT Equityworld Futures, Jumat (6/3/2026). Pandu menekankan, kehadiran Danantara sebagai bentuk dukungan pada industri pasar modal Indonesia karena memiliki prospek yang baik sebagai alternatif pendanaan. “Keinginan kita juga untuk pasar modal Indonesia memiliki market deepening/likuiditas yang lebih baik dan more market transparency, and we want more institutional investors participant as well,” ungkapnya. Pandu menambahkan, Danantara memastikan dana yang diinvestasikan akan masuk pada saham-saham yang memiliki fundamental, valuasi, dan likuiditas yang baik. “kita meminta fund managers yang dipilih untuk berinvestasi ke saham-saham yang memiliki fundamental yang baik, good valuation and good liquidity,” pungkasnya.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Ironis! Lansia Kuasai Bursa Saham Amerika, Generasi Muda Terpinggirkan | Equityworld EWF Medan
- → Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam dan Antam Retro Hari Ini 26 Februari | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Purbaya Bakal Gelontorkan Insentif! Saham Kapal Dapat Durian Runtuh
