Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Laba Anjlok, Matahari (LPPF) Mau Bagi Dividen Rp250 per Saham | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berencana untuk membagikan dividen sebesar Rp 250 per saham untuk tahun buku 2025. “Usulan dividen sebesar Rp 250 per saham untuk didistribusikan pada 2026,” papar manajemen, seperti dikutip Kamis (5/3/2026). Berdasarkan kinerja keuangan, LPPF mencetak pendapatan bersih senilai Rp 5,78 triliun pada 2025, atau turun 9,6% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 6,39 triliun. Adapun laba bersih LPPF juga terkoreksi 12,4% secara year on year (yoy) menjadi Rp 725,4 miliar dibandingkan dengan 2024 sebesar Rp 827,7 miliar. Meski begitu, Matahari Department Store (LPPF) tetap berencana untuk membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya.
Adapun Matahari Department Store (LPPF) menetapkan prioritas untuk tahun 2026 di antaranya, untuk merchandise, lebih memperluas koleksi SUKO dan ZES bersamaan dengan perluasan koleksi MU+KU. Lalu, meningkatkan kontribusi merek eksklusif dan mengurasi koleksi berbeda untuk pertumbuhan penjualan. optimalisasi jaringan gerai, dengan mempercepat ekspansi gerai mono -brand SUKO dan ZES. Mengembangkan konsep MU+KU di mal -mal strategis. Merenovasi gerai MDS terpilih untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan menarik demografis muda.
Kemudian, peningkatan profitabilitas, dengan meningkatkan alokasi ruang untuk merek eksklusif melalui peluncuran merek secara selektif. Secara aktif mengelola produktivitas kategori melalui evaluasi ruang secara berkala untuk meningkatkan GMROS.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Video: Nasib IHSG Hingga Rupiah Terancam Perang AS Vs Iran | Equityworld EWF Medan
- → Video: Strategi Investasi Pengelola Dana Jumbo Cermati Efek Moody’s
- → Harga Emas Antam Kamis Ini Rp 2.947.000 per Gram
