0 0
Read Time:3 Minute, 29 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Harga Minyak Mendidih, Siapa Emiten RI yang Paling Pesta Pora? | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Saham yang terkait minyak dan gas (migas) masih akan menjadi buruan pelaku pasar seiring harga minyak mentah dunia masih mendidih. Pada Senin malam (2/3/2026), harga minyak brent terbang 7% ke US$ 77,9 per barel pada Senin sementara harga minyak WTI melonjak 6,3% ke US$ 71,23 per barel.Harga minyak kemarin adalah yang tertinggi sejak Juni tahun lalu-di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran atas potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur sempit strategis yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global. // Harga minyak melejit  di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz. jalur vital strategis yang mengalirkan sekitar seperlima pengiriman minyak global. Sejumlah perusahaan pelayaran bahkan mulai mengalihkan rute kapal mereka sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keamanan di kawasan tersebut.

Lonjakan harga terjadi setelah rangkaian serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke sejumlah target di kawasan regional. Situasi semakin memanas ketika Saudi Aramco menghentikan sementara operasional kilang Ras Tanura, fasilitas pengolahan terbesar di Arab Saudi, guna melakukan evaluasi kerusakan pasca serangan drone yang menyasar area tersebut.

Di sisi lain, kelompok produsen minyak OPEC+ pada Minggu menyepakati kenaikan produksi sebesar 206 ribu barel per hari mulai April, sekaligus mengakhiri jeda peningkatan output yang berlangsung selama tiga bulan. Tapi tambahan pasokan ini masih lebih rendah dibandingkan rencana sebelumnya yang sempat dipertimbangkan, yakni di kisaran 411 ribu hingga 548 ribu barel per hari.

Bagaimana cara kerjanya?

Dengan kenaikan produksi yang relatif terbatas dan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, pasar energi tetap berada dalam kondisi waspada, sehingga menjaga harga minyak tetap dalam tekanan naik. Seiring dengan kenaikan harga minyak ada tiga saham emiten migas teratas yang biasanya menjadi buruan pelaku pasar, diantaranya: PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi salah satu emiten energi yang mencuri perhatian tahun ini. Pada kemarin Senin (2/3/2026), saham MEDC juga berhasil naik lagi lebih dari 15 % sehari ke posisi Rp1.995 per saham, menandai rekor baru sepanjang masa. Penguatan kemarin memperpanjang tren hijau sejak awal tahun sebesar 37,59%.

Meskipun sudah naik signifikan, harga saham MEDC diprediksi masih bisa lanjut menguat selama harga minyak global masih naik.
// Di luar faktor harga minyak, MEDC juga memiliki sekitar 20 % kepemilikan di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Implikasi Pasar: IPO baru berpotensi menambah likuiditas dan variasi instrumen investasi di BEI. Investor dapat mencermati prospek bisnis dan valuasi emiten baru sebelum melakukan alokasi dana.

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *