Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Rupiah Selalu Jadi Pesakitan dan Korban Perang: 5 Bukti Ini Bicara | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya tensi geopolitik dalam beberapa tahun terakhir. Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Senin (2/3/2026), rupiah berada di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,60% ke level Rp16.860/US$. Posisi ini sekaligus menjadi level terlemah rupiah dalam dua pekan terakhir. Tekanan terhadap rupiah sejatinya sudah terlihat sejak awal perdagangan. Mata uang Garuda dibuka melemah 0,30% di level Rp16.810/US$, lalu terus tertekan hingga penutupan sore hari.
Pelemahan ini terjadi seiring respon pelaku pasar terhadap meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah, setelah serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 memicu gejolak besar di kawasan dan langsung mengguncang sentimen pasar global.
Kenapa ini penting?
Iran juga dilaporkan melancarkan serangan terhadap aset-aset AS di sejumlah negara sekitarnya, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah. Kondisi ini makin memperbesar kekhawatiran pasar terhadap risiko konflik yang meluas. menarik untuk melihat bagaimana tren pergerakan rupiah saat konflik geopolitik besar terjadi dalam beberapa tahun terakhir. // Rusia memulai invasi skala penuh ke Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan operasi militer yang kemudian diikuti serangan rudal ke sejumlah wilayah. Peristiwa ini sempat memicu lonjakan ketidakpastian di pasar keuangan global, meski dampaknya terhadap rupiah saat itu relatif terbatas. Pada Kamis (24/2/2022), rupiah melemah 0,31% ke level Rp14.380/US$ dari posisi sehari sebelumnya di Rp14.335/US$.
Pada konflik geopolitik ini, rupiah tercatat cukup terpengaruh. Hal itu terlihat pada perdagangan hari Senin berikutnya (9/10/2023), ketika rupiah melemah 0,51% ke level Rp15.685/US$.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Terungkap, Danantara Siapin Duit Segini Buat Masuk ke Saham
- → Equityworld EWF Medan | Investor Kakap Ini Jual 3,84 Juta Saham AADI di Harga Rp8.789
- → Equityworld EWF Medan | Emas Hijau RI Mendunia, Jadi Buruan Arab Hingga Korsel
