Equityworld Futures Medan – Analisis Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi dalam dan kehilangan 142,58 poin atau ambruk 1,73% ke level 8.092,90 pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (2/3/2026). Sebanyak 556 saham turun, 56 naik, dan 103 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 708,27 miliar, melibatkan 976,34 juta saham dalam 104.578 kali transaksi.
Satu menit setelah pembukaan IHSG tertekan lebih dalam dan merosot lebih dari 2%. Adapun penyebab anjloknya IHSG hari ini adalah imbas dari konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang makin meningkat menyusul kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Bagaimana cara kerjanya?
Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Minggu bahwa operasi tempur di Iran akan terus berlanjut setelah tiga personel militer AS tewas. Pernyataan tersebut memperburuk sentimen pasar global dan mendorong investor beralih ke aset safe haven. Nyaris seluruh sektor perdagangan melemah, kecuali sektor energi yang tercatat mengalami kenaikan tipis, dengan sektor barang baku yang sebagian konstituennya berisikan emiten tambang emas mencatatkan pelemahan paling kecil hari ini. Sedangkan sektor konsumer non primer dan properti tertekan paling dalam. Saham-saham tambang emas dan emiten minyak dan gas (migas) tercatat menjadi penolong IHSG untuk todak jatuh lebih dalam, sedangkan saham big caps dan emiten konglomerasi kompak menjadi beban pergerakan IHSG ke zona merah.
Tiga emiten perbankan terbesar RI – BBRI, BMRI dan BBCA – tercatat menjadi beban utama pelemahan IHSG dengan kontribusi pelemahan hingga 35 indeks poin. Saham milik taipan Prajogo Pangestu yang juga ikut menjadi pemberat utama IHSG adalah BREN, BRPT dan TPIA.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Luhut Usul BEI Dipimpin Anak Muda
- → Dolar AS Tertekan, Rupiah Lanjut Menguat ke Level Rp16.750 | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Rekam Jejak Laba BRI dalam 18 Tahun: dari Rp6 T Kini Tembus Rp 57 T
