0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Equityworld Futures Medan – Laba Bersih United Tractors (UNTR) Turun 24% ke Rp14,8 Triliun di 2025 | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatat, sepanjang tahun 2025 laba bersih UNTR turun 24% menjadi Rp14,8 triliun. Penurunan laba tersebut disebabkan oleh penurunan kontribusi dari segmen kontraktor penambangan yang terkendala curah hujan tinggi dan segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi akibat harga jual batu bara yang lebih rendah yang sebagian dapat diimbangi oleh penguatan harga emas. Pendapatan bersih konsolidasian UNTR mencapai Rp131,3 triliun atau turun sebesar 2% jika dibandingkan dengan tahun 2024. Pendapatan bersih tersebut terutama berasal dari segmen kontraktor penambangan sebesar Rp54,1 triliun atau turun 7%. Kemudian segmen mesin konstruksi sebesar Rp36,6 triliun atau turun 2%, segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi sebesar Rp24,2 triliun, atau turun 7%.

Tapi segmen pertambangan emas dan mineral lainnya naik 41% menjadi sebesar Rp14,0 triliun. Dari total keseluruhan penjualan alat berat, sebesar 60% diserap sektor pertambangan, 14% diserap sektor perkebunan, 15% diserapsektor konstruksi, dan 11% ke sektor kehutanan.

Bagaimana cara kerjanya?

Berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar Komatsu sebesar 20%. Komatsu tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan. Sementara penjualan produk merek lainnya, yaitu Scania naik 7% menjadi 466 unit dan UD Trucks turun 34% menjadi 155 unit.

Pendapatan bersih dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun 3% menjadi Rp11,3 triliun. Sedangkan pendapatan bersih dari mesin konstruksi turun 2% menjadi Rp36,6 triliun. bidang kontraktor penambangan yang dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), mencatat volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) yang lebih rendah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya sebesar 148 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,4x.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *