0 0
Read Time:3 Minute, 45 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Equityworld EWF Medan | Usai MSCI Crash, Diam-Diam Asing Borong 10 Saham Ini! . Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Di balik tekanan MSCI crash yang sempat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt dua kali, investor asing ternyata masih melakukan aksi akumulasi saham-saham Indonesia. Dalam periode 28 Januari hingga 23 Februari 2026, kami mengumpulkan data investor asing tercatat aktif memborong sejumlah saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi yang paling banyak diakumulasi dengan nilai beli bersih mencapai Rp573,2 miliar. Di posisi kedua, PT XLSmart Tbk (EXCL) mencatatkan net buy sebesar Rp549,2 miliar. aliran dana asing juga deras masuk ke PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp281,6 miliar dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp261,3 miliar.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan Rp234,3 miliar. Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) diborong Rp194,2 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp182,3 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp174,5 miliar. Dua saham lainnya yang masuk daftar akumulasi asing adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp161,3 miliar dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (PANI) Rp150,1 miliar. // Dari data di atas menjadi bukti bahwa setelah MSCI Crash, minat asing ke saham-saham Indonesia belum sepenuhnya surut, melainkan sedang melakukan reposisi portofolio secara lebih selektif. Alih-alih melakukan panic selling, investor asing tampak memanfaatkan volatilitas untuk masuk ke saham-saham tertentu dengan fundamental kuat dan prospek sektor yang masih menarik.

Kenapa ini penting?

Jika dicermati, mayoritas saham yang diborong asing berada di sektor komoditas dan energi, seperti UNTR, ADRO, AMMN, adn BRMS Emiten-emiten ini memiliki keterkaitan langsung dengan pergerakan harga komoditas global, khususnya logam dan mineral yang tengah berada dalam tren kenaikan. Penguatan harga emas dan logam dasar menjadi katalis utama yang menjaga daya tarik sektor ini di mata investor global. eksposur terhadap komoditas juga dinilai memberikan perlindungan relatif terhadap gejolak eksternal, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar global. Dengan kata lain, asing masih melihat Indonesia sebagai pasar yang menarik, Tapi dengan pendekatan yang lebih taktis dan berbasis tema (thematic driven), terutama pada komoditas yang sedang bullish.

Kesimpulannya, MSCI crash memang mengguncang pasar dalam jangka pendek, tetapi tidak mengubah narasi besar bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang relevan-khususnya bagi sektor-sektor yang terhubung dengan siklus kenaikan harga komoditas global. Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan PT Equityworld Futures Research.

Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *