0 0
Read Time:2 Minute, 48 Second

Equityworld Futures Medan – Equityworld EWF Medan | Laba Bank Danamon (BDMN) Naik 14% Jadi Rp 4 Triliun. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) konsolidasian sebesar Rp9,6 triliun sepanjang tahun 2025. Perolehan itu naik tipis 4% secara tahunan atau year on year (yoy) dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas Danamon tahun lalu tumbuh 14% yoy menjadi Rp4 triliun. Chief Financial Officer (CFO) Bank Danamon, Theresia Adriana Widjaja memaparkan bahwa pertumbuhan laba bersih bank itu didorong oleh peningkatan pendapatan, pengelolaan biaya yang baik, serta didukung perbaikan pada biaya kredit atau cost of credit sebesar 10% yoy.

Bagaimana cara kerjanya?

Rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) tinggi, tercatat sebesar 7,7% pada periode yang berakhir 31 Desember 2025. Pada fungsi intermediasi, bank milik MUFG asal Jepang itu membukukan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp212,7 triliun tumbuh 9% yoy jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Pertumbuhan dalam sisi kredit ini ditopang oleh pertumbuhan kredit seluruh lini bisnis, banking, dan financial institutions, SME banking, consumer banking, dan Adira Finance,” tutur Theresia dalam paparan kinerja Bank Danamon secara virtual, Kamis (19/2/2026).

Seiring dengan pertumbuhan kredit tersebut, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 1,7%. Angka itu turun 20 basis point dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun secara konsolidasian tumbuh 16% yoy, mencapai Rp176,9 triliun. Dari jumlah tersebut, simpanan pada giro dan tabungan atau current account dan saving account tumbuh 18% yoy, mencapai Rp75,2 triliun.

Lebih lanjut, Theresia memaparkan perbandingan bila mengecualikan dampak dari penggabungan usaha antara PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) dan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN). Total kredit dan trade finance Danamon secara konsolidasian per 31 Desember 2025 menjadi sebesar Rp206,9 triliun rupiah, tumbuh 9% yoy.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *