Equityworld Futures Medan – Equityworld EWF Medan | IHSG Sesi 1 Menguat 0,89%, Tiga Saham Jadi Incaran. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di akhir sesi 1, Rabu (18/2/2026). Indeks naik 72,82 poin atau 0,89% ke level 8.285,09.
Sebanyak 466 saham naik, 230 turun, 262 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 13,27 triliun, melibatkan 28,43 miliar saham dalam 1,82 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 15.013 triliun.
Berdasarkan data pasar, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan dengan nilai Rp 4,11 triliun. Lalu diikuti oleh Petrosea (PTRO) Rp 1,1 triliun dan Bank Central Asia (BBCA) Rp 1,02 triliun. Mengutip Refinitiv, sejumlah saham yang menjadi penggerak utama berasal dari emiten perbankan, pertambangan, hingga energi. BBCA tercatat menyumbang 9,47 indeks poin, Barito Renewables Energy (BREN) 7,4 indeks poin, Merdeka Gold Resources (EMAS) 5,96 indeks poin. emiten bank yang juga mendorong IHSG adalah Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan bobot masing-masing 5,82 indeks poin dan 4,72 indeks poin.
Kenapa ini penting?
Sebaliknya, Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Amman Mineral Internatinoal (AMMN), dan Sinar Mas Multiartha (SMMA) menjadi pemberat utama IHSG sesi 1. Saat ini, perhatian pasar akan beralih pada musim rilis keuangan dan buyback yang berlanjut.
Pekan ini, pasar juga akan terasa pendek karena hanya buka tiga hari, ditambah nuansa Ramadan kian dekat. Ramadan merupakan puncak konsumsi di Indonesia sehingga diharapkan bisa ikut menggeliatkan ekonomi serta pasar saham Indonesia. Posisi IHSG kini sedang menguji resistance MA100 daily di level kisaran 8400, posisi ini rasanya masih sulit di tembus karena gerak indeks yang koreksi selama dua hari pada pekan lalu, menunjukkan gerak yang berlanjut sideways dulu.
Namun, perlu diantisipasi support terkini di MA200 daily di level 7800, menjadi penentu tren sideways yang masih bertahan, jika ini ditembus IHSG bisa downtrend lagi.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Ekonomi Bangka Belitung 4,54 Persen, BI: Imbas Harga Timah
- → Bandar Kelelahan, Ini Ramalan Terbaru Harga Emas yang Bikin Deg-Degan
- → Kemenkeu Targetkan Rp 33 Triliun dalam Lelang SUN Rabu Depan
