Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Produksi Resmi Dipangkas, Gimana Prospek Saham ANTM-NCKL Cs?.
Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral secara resmi menurunkan kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 menjadi sekitar 260 hingga 270 juta ton. Angka tersebut lebih rendah sekitar 29 sampai 31% dibandingkan kuota 2025 yang mencapai 379 juta ton. Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya memperbaiki harga nikel global yang sepanjang 2025 cenderung stagnan akibat kelebihan pasokan. Sebelumnya, Direktur Jenderal ESDM Tri Winarno sempat menyampaikan bahwa kuota produksi 2026 kemungkinan berada di kisaran 250 sampai 260 juta ton, dengan penyesuaian berdasarkan kapasitas serapan smelter domestik. Penurunan kuota produksi ini diperkirakan memengaruhi performa emiten nikel sepanjang sisa tahun ini.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga:
- → Ekonom UI: Realokasi Anggaran MBG Dapat Memberi Ruang Fiskal
- → IHSG Turun 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Panjang Imlek
