Equityworld Futures Medan – Update pasar: Equityworld EWF Medan | Usai Huru-Hara MSCI: Saham Konglo Diskon, Waktunya Masuk?. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah MSCI Crash hingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) trading halt dua kali akhir bulan lalu, pelaku pasar mulai lebih selektif memilih saham yang memiliki value, termasuk di saham konglo. Kekhawatiran mengenai MSCI kini mereda. IHSG pada pekan kedua Februari 2026 sudah tiga hari beruntun berada di zona hijau dan berhasil bertengger lagi ke level 8200, setelah pekan lalu jatuh sampai level 7600-an. Saat ini secara teknikal, IHSG potensi menguji resistance 8400, jika berlanjut ada gap yang potensi ditutup dulu di 8900.
Namun, untuk mencapai itu, diperlukan nilai transaksi harian yang cukup besar, bisa lebih dari Rp30 triliun. , // Jadi, tetap perlu diantisipasi kalau penguatan IHSG lebih condong pada teknikal rebound jangka pendek dan geraknya masih rawan lanjut terkonsolidasi atau sideways dulu. Perhatian pasar saat ini akan beralih fokus pada rilis laporan keuangan sepanjang tahun lalu dan agenda bisnis perusahaan, baik itu ekspansi maupun aksi korporasi yang akan dilakukan. dari sisi regulasi, pelaku pasar juga masih memantau, bagaimana kelanjutan transparansi di bursa yang secara perlahan diharapkan memulihkan kepercayaan investor lagi. Seiring dengan penguatan IHSG dalam tiga hari terakhir, saham konglomerat yang sudah banyak turun dalam, akhirnya sudah mulai bangkit lagi. Flashback dulu, sebelum terjadi MSCI Crash, saham-saham konglo sebenarnya sudah berada pada jalur uptrend, tak sedikit yang harganya menuju level All TIme High atau posisi tertinggi yang pernah disentuh dalam beberapa tahun terakhir.
Apa manfaatnya?
Sebut saja, contohnya saham yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO) dari puncak tertinggi 12.900 yang dicapai 15 Januari lalu, sempat jatuh lebih dari 60% menuju posisi terendah secara intraday di 5.200 pada 3 Februar 2026. Namun, saat ini sudah mulai hijau lagi, tercermin dari penguatan Rabu kemarin (11/2/2026), nyaris 20% kembali ke level 7.200.
Contoh lain juga terjadi di saham grup Bakrie yang berkongsi dengan Salim seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya pada pekan pertama Januari sempat mau ke 500, tetapi harus rela tersungkur lagi pada akhir bulan lalu, bahkan sempat menyentuh area terendah di 198. Penurunan itu sudah lebih dari 50%, meskipun saat ini sudah mulai bernapas lega karena kemarin Rabu ada kenaikan hampir 10% kembali ke posisi 272. Kasus serupa juga terjadi di saham yang berafiliasi dengan konglo lagi, seperti saham-nya Happy Hapsoro yaitu PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energy Cepu Tbk (RATU).
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → PHR Produksi 1.274 Barel per Hari dari Sumur Minyak Baru
- → Video: Strategi Investasi Pengelola Dana Jumbo Cermati Efek Moody’s
- → IHSG Lanjutkan Koreksi, Turun 0,57% ke Level 8.218
