Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Industri Pinjol Kantongi Laba Rp 2,27 Triliiun Sepanjang 2025 | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Industri fintech lending (pindar) mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan laba industri ini mencapai Rp2,27 triliun hingga akhir tahun lalu. Kinerja tersebut menunjukkan bisnis fintech lending mampu menghasilkan profit di tengah dinamika industri yang diwarnai penguatan regulasi dan konsolidasi pemain.
Memasuki awal 2026, kinerja industri ini juga masih menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, fintech lending mencatat laba sebesar Rp158,33 miliar. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Agusman menilai kinerja tersebut mencerminkan potensi pertumbuhan industri fintech lending yang masih terbuka ke depan. Meski demikian, penguatan manajemen risiko serta kualitas pembiayaan tetap menjadi perhatian utama agar pertumbuhan industri dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
Apa manfaatnya?
Selain dari sisi laba, penyaluran pembiayaan fintech lending juga mulai bergeser ke sektor produktif. Per Januari 2026, outstanding pendanaan produktif dan UMKM tercatat mencapai Rp33,30 triliun atau sekitar 33,8% dari total outstanding industri. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding bulan sebelumnya dan menunjukkan dorongan agar industri fintech lending tidak hanya berfokus pada pembiayaan konsumtif, tetapi juga mendukung sektor produktif, termasuk UMKM.
Ke depan, OJK memproyeksikan industri fintech lending masih memiliki ruang pertumbuhan positif sepanjang 2026, seiring penguatan regulasi, permodalan, serta upaya peningkatan tata kelola di sektor tersebut. “Kinerja tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan yang tetap positif pada 2026, dengan tetap mengedepankan antara lain penguatan manajemen risiko dan kualitas pembiayaan,” kata Agusman dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (5/3/2026). Sementara itu, outstanding pembiayaan pindar per Januari 2026 mencapai Rp 98,54 triliun, naik 25,52% yoy. Tapi tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari (TWP 90) berada di posisi 4,38%, naik dari Januari 2025 yang berada di level 2,52%.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Bank Sentral Dunia Stop Borong Emas, Rusia Obral Cadangan: Ada Apa? | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Diproyeki Terjun Lebih Dalam, Simak 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Ini | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → ExxonMobil Tambah Produksi 7.500 Barel Minyak per Hari | Equityworld EWF Medan
