Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Adu Kuat Mata Uang Arab, Siapa Paling Tangguh Lawan Dolar AS? | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Nilai tukar selalu menjadi salah satu cerminan penting dalam membaca kekuatan ekonomi suatu negara, tak terkecuali negara-negara Arab. Negara Arab adalah negara yang tergabung dalam Liga Arab atau League of Arab States, yakni organisasi yang beranggotakan negara-negara berbahasa Arab dan menjadi wadah kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan sosial.
Untuk melihat seberapa tangguh posisi mata uang negara-negara Arab, PT Equityworld Futures telah mengumpulkan data pergerakannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mengurutkan dari yang paling besar penguatannya dan juga sebaliknya yang dihitung sejak awal 2026 atau secara year-to-date (ytd). Melansir data Refinitiv, hingga penutupan perdagangan Jumat (27/2/2026), mata uang negara Arab yang paling perkasa melawan pergerakan dolar AS sepanjang tahun berjalan 2026 adalah dinar Kuwait. // Dinar Kuwait terpantau menguat 0,71% dan ditutup di level KWD 0,305/US$. Penguatan dinar Kuwait tidak lepas dari surplus transaksi berjalan Kuwait yang besar, ditopang ekspor minyak dan besarnya aset negara, sehingga memberi bantalan kuat bagi stabilitas nilai tukar dinar. Di luar performanya sepanjang tahun ini, dinar Kuwait juga dikenal sebagai mata uang dengan nilai tukar tertinggi di dunia bila diukur dari nilai nominal terhadap dolar AS.
Apa manfaatnya?
Dengan kurs saat ini, artinya 1 dinar Kuwait bernilai lebih dari US$3, yang mempertahankan posisinya sebagai mata uang paling mahal di dunia. Adapun, menyusul dinar Kuwait, mata uang Arab lain yang juga mencatat penguatan terhadap dolar AS adalah dinar Tunisia yang terapresiasi 0,53% ke level TND 2,8525/US$, disusul franc Komoro yang naik 0,52% ke posisi KMF 416,94/US$, lalu riyal Qatar yang menguat 0,15% ke level QAR 3,6445/US$. pound Suriah tercatat terapresiasi 0,05% ke level SYP 110,5/US$, diikuti rial Oman yang naik 0,03% ke posisi OMR 0,38486/US$, dinar Aljazair menguat 0,02% ke level DZD 129,281/US$, serta dinar Bahrain yang naik tipis 0,01% ke posisi BHD 0,3769/US$. Sementara itu, sejumlah mata uang Arab lainnya cenderung stagnan terhadap dolar AS sepanjang tahun ini. Pound Lebanon, dinar Yordania, franc Djibouti, dinar Irak, dan riyal Saudi tercatat tidak mengalami perubahan secara year to date. Di sisi lain, beberapa mata uang Arab justru masih tertekan di hadapan greenback.
Dinar Libya tercatat melemah paling dalam, yakni 16,16% ytd ke level LYD 6,3018/US$. Tekanan terhadap dinar Libya tidak lepas dari rapuhnya fondasi ekonomi negara itu. Prospek Libya masih sangat dipengaruhi perkembangan sektor minyak, sementara perpecahan politik berkepanjangan di dalam negeri nya membuat pengendalian belanja negara dan reformasi ekonomi menjadi sulit buat dijalankan. Setelah itu ada dinar Tunisia yang turun 0,53%, pound Mesir 0,52%, dirham Maroko 0,34%, ouguiya Mauritania 0,23%, shilling Somalia 0,18%, pound Sudan 0,03%, dan dirham Uni Emirat Arab 0,02%.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → HMSP Umumkan Perubahan Susunan Direksi | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Israel dan AS Serang Iran, Bagaimana Dampaknya ke Harga Emas? | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Video: DPR Pantau Langkah Perbaiki Citra Bursa Saham RI dan Isu MSCI | Equityworld EWF Medan
